Budidaya IkanIkan Hias

Budidaya Ikan Neon Tetra, Panduan Ternak Ikan Tetra Untung Maksimal

Tips Ternak Budidaya Ikan Neon Tetra Secara Mudah

Budidaya Ikan Neon Tetra, Panduan Ternak Ikan Tetra Untung Maksimal. kan Neon Tetra adalah ikan hias air tawar yang berasal dari daerah Amazon, dekat perbatasan Peru. Di alam aslinya ikan ini bersifat omnivora. Warna tubuhnya sangat indah dan bercahaya dengan punggung hijau lembut, strip biru terang di sepanjang tubuh, perutnya putih dan antara pangkal ekor ke atas berwarna merah menyala serta sirip transparan.

Ikan ini berukuran kecil, dengan panjang maksimal 3 cm, danhidup berkelompok. Tahapan kegiatan dalam budidaya ikan hias meliputipemeliharaan induk, pemijahan induk, pemeliharaan larva sampai ukuran pasar, serta panen dan pengangkutan. Ikan Neon Tetra dapat dipelihara dan dipijahkan di dalam akuarium.

Pemeliharaan induk ikanNeon Tetra dilakukan terpisah antara induk jantan dan induk betina. Halini dilakukan untuk menghindari pemijahan secara liar, sehingga untuk pemeliharaan induk dipersiapkan dua set akuarium. Satu set akuariumuntuk pemeliharaan induk betina dan set yang lain untuk induk jantan.

Ciri-ciri umum ikan neon tetra sebagai berikut :

  • Badan memanjang dan pipih dengan pola warna ynag khas yakni terdapat garis biru di sepanjang tubuhnya mulai dari mata hingga ke pangkal ekor.
  • Panjang total ukuran maksimal 1,25 inch.
  • Memiliki sirip punggung tambahan dibelakang sirip punggung utama dimana ukurannya lebih kecil.

Ikan neon tetra termasuk ikan yang suka berkelompok, oleh karena itu dalam satu akuarium biasanya jumlah ikan neon lebih dari 20 ekor. Ikan neon tetra bersifat pendamai, sehingga dapat dicampur dengan ikan-ikan lain terutama dengan jenis-jenis tetra lainnya.

Jenis-jenis ikan TETRA terkenal cukup indah. Bermacam-macam jenis tetra yang dikenal di Indonesia seperti Green Tetra, Blue Tetra, Silver Tetra, Neon Tetra & banyak lagi yang lain.

Pada tulisan ini diketengahkan jenis neon tetra yang berasal dari sungai Amazon Amerika, dan telah berkembang biak di Indonesia. Neon Tetra (Hyphessobryconnesi), ikan hias ini termasuk ke dalam kelompok ikan hias yang paling menarik. Tubuhnya berjalur merah danbiru hijau sepanjang tubuhnya dari insang sampai ekornya. Ikan hias ini mudah dipelihara, kuat dan tidak gampang sakit/mati. Sehingga budidaya ikan neon tetra menjanjikan prospek keuntungan yang bagus.

Pemilihan Induk Ikan Tetra

Memilih induk merupakan tahap penting dan turut menentukankeberhasilan pemijahan ikan neon tetra. Induk jantan dan betina ikanneon tetra mempunyai ciri-ciri yang berbeda. Ikan Neon Tetra memiliki ciri khas berupa warna biru menyala pada tubuhnya mulai dari ujung mulut sampai ke pangkal ekor. Neon Tetra jantan memiliki warna biru menyala lurus mendatar dan tubuh yang lebih ramping, sedangkanbetinanya memiliki warna biru menyala tidak lurus (bengkok) dan perutbesar.

Ukuran induk Neon Tetra dapat mencapai 3 cm dan sudah mulai bisa dipijahkan pada ukuran 2,5 cm pada saat berumur 6-7 bulan. Ada beberapa ciri yang perlu diperhatikan dalam memilih induk yang akan dipelihara yang meliputi gerakan, kesehatan, warna, bentuk tubuh, garisneon biru, panjang tubuh, berat dan umur ikan seperti tercantum padatabel berikut ini.

Ikan yang sehat adalah ikan yang gerakan, perilaku danmorfologi yang normal sesuai dengan biologi ikan itu sendiri. Indukjantan bergerak lebih lincah dibandingkan dengan induk betina. Tabeldibawah ini menampilkan ciri-ciri induk ikan neon tetra jantan dan etinadalam hal gerakan, warna, kesehatan, bentuk tubuh berikut garis neonbiru, berat dan panjang rata-rata, dan umur induk

Usaha pembenihan ini dimulai dari pemeliharaan induk untuk mencapai kematangan gonad, kemudian dilanjutkan dengan proses pemijahan, penetasan, pemeliharaan larva hingga pendederan.

Baca Juga:  Ciri-Ciri Ikan Molly Akan Melahirkan yang Harus Diketahui

Induk ikan neon tetra dapat dibedakan antara jantan dengan betina berdasarkan tanda-tanda pada tubuhnya. Induk jantan ditandai dengan garis biru yang lurus dan perut yang ramping sedangkan betina ditandai dengan garis neon yang bengkok serta perut yang gendut.

Pemeliharaan induk dilakukan di akuarium ukuran  cm dengan air setinggi 25 cm. Induk ditebar di dalam akuarium sebanyak 200 ekor per akuarium dengan pemeliharaan ikan neon jantan dan betina dipisahkan. Pemberian pakan berupa pakan alami berupa Daphnia (kutu air) dengan frekuensi pemberian pakan 2 kali sehari. Untuk menjaga kualitas air, setiap hari dilakukan penyiphonan.

Cara membedakan jantan dan betina adalah sebagai berikut:

Jantan Betina Betina
Bentuk agak panjang Bulat pendek dan perut membesar
Garis neon lurus Garis agak bengkok

Manajemen Kualitas Air pada Budidaya Ikan Neon Tetra

Selama pemeliharaan ikan, media pemeliharaan akan mengalami penurunan kualitas akibat menumpuknya sisa-sisa pakan dan feses(kotoran) ikan. Kualitas air dapat dipertahankan dengan cara penyiponan sisa pakan dan feses ikan yang mengendap di dasar akuarium setiap hari yang diikuti dengan pergantian air.

Metode penyiponan adalah pengambilan kotoran dan air dengan memanfaatkan gravitasi bumi dan alat berupa selang plastik. Untuk memfungsikan sistim sipon, masukkan satu ujung selang ke air dalam wadah yang akan disipon dengan mulut selang tertutup jari dan ujung lainnya dijatuhkan ke tempat yang lebih rendah dari kedudukan wadah.

Air akan mengalir begitu tutup selang dibuka menarik kotoran yang terdekat. Untuk memudahkan pembersihan kotoran yang menempel di dasar wadah ujung selang diberi sikat kecil

Pergantian air dilakukan untuk mengembalikan volume air wadah yang berkurang akibat penyiponan dan menambahkan air baru yang lebih bersih sehingga kualitas air kembali menjadi layak bagi ikan. Pergantian air dilakukan sebanyak 30% dan 50% volume media secara bergantian setiap hari.

Apabila hari ini dilakukan pergantian air sebanyak 30% makaesok harinya pergantian air sebanyak 50% dan seterusnya. Setiappergantian sebanyak 50% volume air dapat dimasukkan garam sebanyak98,5 gram (segenggam tangan orang dewasa) yang bertujuan untukmencegah terjadinya penyakit pada ikan yang dipelihara. Air yangditambahkan ke dalam wadah pemeliharaan adalah air tandon lama.Untuk menjaga ketersediaan oksigen di air maka pemberian aerasi harusdilakukan secara terus-menerus.

 

Baca Juga:  Cara Budidaya Ikan Cupang, Cara Sederhana Bisa untung Jutaan

Persiapan dan Proses Pemijahan Budidaya Ikan Neon Tetra

Wadah yang dipergunakan untuk pemijahan berupa akuarium kecil berukuran 20 x 20 x 20 cm. Akuarium yang telah tersedia, dicuci terlebih dahulu dengan larutan PK untuk menghilangkan hama penyakit. Akuarium sebaiknya ditempatkan pada tempat yang gelap karena neon tetra tidak menyukai situasi terang. Air yang digunakan untuk pemijahan memiliki parameter kualitas air : pH ± 6, O2 terlarut sekitar 6 ppm dan suhu 22 – 24 0C. Di dalam akuarium pemijahan diletakkan tanaman air seperti eceng gondok atau hydrilla sebagai tempat menempel telur.

Setelah wadah pemijahan siap, sepasang induk yang telah siap memijah dimasukkan ke dalam akuarium. Apabila kedua induk telah menyatu, semua bagian akuarium ditutup dengan plastik atau kertas hitam agar tidak ada sinar yang masuk. Selama pemijahan berlangsung induk tetap boleh diberi pakan berupa jentik nyamuk. Induk akan mulai memijah pada malam hari dan berlangsung selama 3 – 4 jam. Setelah pemijahan selesai, induk segera diangkat dan ditempatkan di akuarium lainnya.

 

Merawat Telur dan Larva

Setelah telur menempel di tanaman air, telur diupayakan tidak terkena sinar sedikitpun karena telur neon tetra sensitif terhadap sinar. Telur yang terkena sinar akan mati dan tidak menetas. Telur akan menetas setelah 24 jam dikeluarkan oleh ikan.

Untuk menghindari serangan jamur atau penyakit lainnya, media pemeliharaan larva diberi antibiotik berupa Malachite Green Oxalate (MGO) sebanyak 0,01 mg/lt air atau Methylene Blue (MB) sebanyak 1 tetes untuk 5 liter air. Larva ikan yang baru menetas dibiarkan hingga telur menetas secara keseluruhan. Larva tidak perlu diberi pakan karena masih memiliki cadangan makanan dari kuning telurnya. Setelah berumur 3 hari larva diberi pakan alami berupa rotifera atau nauphli artemia.

Baca Juga:  Panduan Budidaya Belut Lengkap Mulai Bibit Hingga Panen Raya

 

Merawat Anak Ikan

Setelah berumur 7-10 hari, larva dapat dipindahkan ke akuarium yang lebih besar. Ukuran akuarium untuk perawatan larva adalah 100 x 50 x 40 cm. Apabila jumlah ikan terlalu banyak dapat juga digunakan bak tembok yang terlindung dari air hujan dan sinar matahari. Pakan yang diberikan berupa kutu air atau cacing rambut (tubifex) dengan frekuensi pemberian pakan 2 kali dalam sehari. Penggantian air pemeliharaan dilakukan setiap 5 – 7 hari sekali dengan cara disipon. Ikan dipelihara selama 25 hari sampai mencapai ukuran 1 cm.

 

Pencegahan Hama dan Penyakit Ikan Neon Tetra

Selama pemeliharaan seringkali induk terserang oleh penyakit ikan. Penyakit tersebut dapat dibawa oleh ikan itu sendiri, melalui air atau melalui pakan. Untuk mencegah terjadinya penyakit dapat dilakukan dengan cara monitoring atau pemeriksaan secara rutin terhadap ikan yang dipelihara setiap hari.

Langkah-langkah yang dilakukan dalam pemeriksaan kesehatan ikan adalah:

  1. mengamati bagian ekor untuk melihat ada tidaknya gejala berupa bintik putih,
  2. mengamati warna tubuh untukmelihat ada tidaknya perubahan warna,
  3. mengamati ada atau tidakadanya kelainan gerakan renang ikan
  4. mengamati respons ikanterhadap pemberian pakan.

Penyakit yang biasa menyerang induk Neon Tetra adalah bintik putih (white spot), buluk (velvet disease) dan jadur. Penyakit bintik putih menyerang permukaan tubuh ikan (eksternal) yaitu pada bagian kulit/sisik dan sirip. Penyakit ini ditandai dengan munculnya bintik-bintik putih pada bagian yang terserang.

Penyakit buluk menyerang permukaan tubuh yaitu pada bagian kulit/sisik dan sirip yang ditandai dengan kurang cerahnya warna tubuh ikan. Penyakit jadur ditandai dengan menonjolnya bagian rahang dan mulut ikan. Obat-obatan yang digunakan adalah garam, pura (Furazolidon),dan blitz icht (atau Raid All untuk Ich).

Untuk penyakit bintik putih diatasi dengan menggunakan 6 tetes blitz icht, untuk pencegahan diberi 4 tetes saja. Untuk penyakit buluk diatasi dengan garam 98.5 gram dan2.5 gram pura yang ditambahkan ke dalam media pemeliharaan induk.

Penyakit jadur diatasi dengan bubuk kapsul Thiamphenikol sebanyak 1kapsul. Dalam pengobatan penyakit, air dalam akuarium dikurangisebanyak 50% volume air, dan ikan dipuasakan selama 3 hari. Bila ikanmasih sakit beri makan dalam jumlah sedikit saja

Show More

Aquatic ID

Aquatic ID merupakan situs rintisan yang berusaha memberikan informasi detail mengenai berbagai seluk beluk aquascape dan segala peralatan pendukungnya. Semoga memberi manfaat.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detect

Kami tumbuh dan besar dari advertising, Mohon non aktifkan adblocker pada browser.