Budidaya Ikan

Budidaya Ikan Nila, Panduan Lengkap Dari Pembenihan Hingga Panen Raya

Cara Ternak Ikan Nila Agar Hasil Melimpah

Panduan Budidaya Ikan Nila Mulai Pembenihan Hingga Panen Raya. Ikan Nila merupakan salah satu ikan air tawar yang banyak dibudidayakan di seluruh pelosok tanah air dan menjadi ikan konsumsi yang cukup populer. Nama nila ditetapkan oleh Direktur Jenderal Perikanan tahun 1972, diambil dari nama spesies ikan ini yaitu niloticus menjadi nila. Sejak nila di introduksi ke Indonesia  pada tahun 1969, perkembangan budidayanya di masyarakat cukup pesat.

Ikan Nila mempunyai ciri-ciri bentuk tubuh bulat pipih, punggung lebih tinggi, pada badan dan sirip ekor (caundal fin) ditemukan garis lurus (vertikal). Pada sirip punggung ditemukan garis lurus memanjang. Ikan Nila (O. niloticus ) dapat hidup diperairan tawar dan mereka menggunakan ekor untuk bergerak, sirip perut, sirip dada dan penutup insang yang keras untuk mendukung badannya.

Nila memiliki lima buah Sirip, yaitu sirip  punggung (dorsal fin), sirip data (pectoral fin) sirip perut (ventral fin), sirip tiga anal (anal fin), dan sirip ekor (caudal fin). Sirip punggungnya memanjang dari  bagian atas tutup ingsang sampai bagian atas sirip ekor. Terdapat juga sepasang sirip dada dan sirip perut yang berukuran kecil dan sirip anus yang hanya satu  buah berbentuk agak panjang. Sementara itu, jumlah sirip ekornya hanya satu  buah dengan bentuk bulat.

 

Kolam Budidaya Ikan Nila

Persiapan Kolam pada kolam budidaya ikan membutuhkan waktu selama 1 minggu 10 hari sebelum diisi benih. Kolam permanen merupakan kolam yang dibangun dengan menggunakan bahan bangunan batu bata, pasir, dan semen. Dengan demikian, pematang kolam pada kolam permanen berupa bahan  bangunan.

Kolam permanen/ beton bagus dan banyak digunakan dalam budidaya ikan nila. Selain itu, kolam beton juga awet, dan mudah dibersihkan. Tidak ada aturan dalam ukuran dan bentuknya.Bisa digunakan untuk hampir pada semua ukuran ikan, baik yang kecil maupun besar. Larva pun sering dipelihara dalam kolam semen. Untuk ikan ukuran kecil biasa digunakan pada pemijahan massal.

Kelebihan kolam permanen yaitu:

  • kolam memiliki kekuatan yang mampu  bertahan lama sehingga dapat digunakan sampai bertahun-tahun (puluhan tahun),
  • menghemat tenaga untuk perawatan kolam, tidak ada kebocoran kolam, kalaupun ada kebocoran, sangat minimal,
  • perawatan kolam lebih mudah,
  • ikan yang dipelihara tidak bisa keluar dari kolam karena ikan tidak mampu melubangi  pematang dari bahan bangunan,
  • kolam permanen dapat mencegah linsang atau  berang-berang masuk ke kolam, kalaupun dapat masuk ke kolam, linsang atau  berang-berang tidak akan dapat keluar lagi dari dalam kolam sehingga memudahkan peternak dalam menangkapnya.

Konstruksi dasar kolam permanen dilengkapi dengan bak yaitu disebut dengan istilah kobakan berbentuk persegi panjang dengan luas sekitar 0,5 sampai 1,5% dari luas kolam, dan tingginya 50-70 cm. dibuat dekat outlet kolam, dengan fungsi utamanya adalah sebagai tempat berkumpulnya induk dan larva pada saat  pemanenan.

Baca Juga:  Cara Budidaya Ikan Koi, Bisa Untung Milyaran dengan Metode Ini

Saluran dasar kolam (kemalir) dibuat dari inlet hingga ke kobakan yang berfungsi untuk memudahkan induk dan larva dapat berkumpul dalam kobakan pada saat panen.

 

Persiapan Kolam  Budidaya Ikan Nila

Langkah-langkah dilakukan dalam persiapan kolam pada ikan nila yaitu:
  • Pengeringan dasar kolam, pengeringan harus dilakukan karena berfungsi menghilangkan senyawa beracun serta membasmi hama dan penyakit ikan, juga untuk memperbaiki pematang yang longsor dengan cara menambal dengan tanah bagian berlubang, serta perbaikan pintu pemasukan dan  pengeluaran air jika ada yang tidak berfungsi misalnya saringan yang rusak atau koyak, untuk mencegah ikan liar masuk ke dalam kolam, mengikuti arus air, seperti ikan gabus, belut dan sebagainya.
  • Pengapuran Kolam, digunakan kapur dolomit  bertujuan untuk memperbaiki kualitas dasar kolam. Kapur yang digunakan di kolam berfungsi untuk meningkatkan kesadahan dan alkalinitas air membentuk sistem penyangga (buffer) yang kuat, meningkatkan pH, desinfektan, mempercepat dekomposisi bahan organik, mengendapkan besi, menambah ketersediaan unsur P, dan merangsang pertumbuhan plankton serta benthos (Chanratchakool, 1995). Takaran yang dianjurkan 250 gr/m2 –  500gr/m2 luas kolam. Untuk kolam seluas 100 m2 , dosis kapur yang disebar 25000 gr –  50.000 gr atau 25 –  50 kg. Biarkan selama 5 sampai 7 hari
  • Pemupukan, dilakukan untuk menumbuhkan makanan alami yang sangat dibutuhkan, baik oleh benih maupun induk di kemudian hari. Sangat dianjurkan pupuk berupa kotoran unggas yang sudah menjadi tanah. Dengan takaran 250 gr/m2 –  500 gr/m2 ; pupuk disebar merata di dasar kolam lalu dibiarkan selama 7 hari. Kemudian dilakukan pengisian air, setelah persiapan selesai masukkan air kedalamnya hingga ketinggian 10 cm dan biarkan selama  beberapa hari agar makanan alami tumbuh. Kemudian, pemasukan air ditambah lagisampai mencapai ketinggian 100 cm.

Pada kolam pemijahan, dasar kolam dibuat miring ke arah pengurasan dan dilakukan pengolahan, pembuatan kemalir, pemupukan dan pengapuran.Kegiatan ini dimaksudkan untuk menciptakan suasana dasar kolam berlumpur untuk  pembuatan sarang dan meningkatkan kesuburannya agar cukup tersedia pakan alami untuk konsumsi induk dan larva hasil pemijahan.

 

Pembenihan Ikan Nila

1. Seleksi induk

Tahapan awal dalam kegiatan pembenihan ikan adalah melakukan seleksi calon induk yang akan dipijahkan. Kegiatan  pemuliaan yang saat ini sedang berkembang pesat di lndonesia adalah kegiatan seleksi individu dan seleksi famili, yang bertujuan untuk memperbaiki sifat fenotip individu. Perbaikan sifat ini mengarah pada perbaikan pertumbuhan.

Cara seleksi induk antara lain adalah dengan mengamati adanya abnormalitas dan asimetri pada tubuh calon induk. Menurut Wilkins ef a/ (1995), keadaan tersebut dapat diketahui dengan adanya perbedaan  bentuk, ukuran, jumlah dan ciri-ciri morfologi yang lain pada organ tubuh  berpasangan, antara organ bagian kiri dan bagian kanan.

Baca Juga:  Cara Budidaya Ikan Sidat Lengkap Kualitas Eksport

 

Ikan Nila Jantan Ikan Nila Betina
Warna tubuh lebih cerah Warna tubuh lebih gelap
Bentuk kelamin berupa tonjolan dan agak meruncing Bentuk kelamin tidak menonjol dan  berbentuk bulat
Warna pada sirip ekor didominasi warna merah Warna pada sirip ekor berwarna hitam
Memiliki satu lubang kelamin yang berfungsi untuk mengeluarkan sperma dan urine Memiliki dua lubang kelamin yaitu untuk mengeluarkan telur dan untuk mengeluarkan urine

 

2. Pemijahan Ikan Nila

Proses pemijahan ikan nila dilakukan secara tradisional/ alami yang dapat dilakukan di dasar kolam. Hal ini sesuai bahwa pada saat pemijahan, induk jantan ikan nila akan membuat suatu lingkaran di dasar kolam atau sarang kemudian mengundang betina datang dan melakukan pemijahan secara masal (Brotoadji, 2011).

  • Ikan nila mulai memijah pada umur 4 bulan atau berat sekitar 300 gram.
  • Perbandingan ikan jantan dan betina yaitu 1 : 3.
  • Proses pemijahan membutuhkan waktu ± 1 – 2 bulan hingga ikan nila mampu menghasilkan larva.
  • Proses  pemijahan berawal dari ikan betina yang mengeluarkan telur dan kemudian ikan  jantan menyemprotkan spermanya sehingga terjadi pembuahan.
  • Dalam waktu 2 minggu induk betina mampu menghasilkan telur.
  • Telur yang berhasil dibuahi dimasukkan dalam mulut induk betina dan dierami (karena ikan nila memiliki sifat mouth breeding  ), kemudian menetas setelah 5 –  6 hari.
  • Setelah telur menetas dan menjadi larva, induk nila membutuhkan waktu 2 minggu untuk memeliharanya.
  • Setelah 2 minggu pemeliharaan larva yang dihasilkan akan dimuntahkan oleh induk betina.

3. Pemeliharaan larva

Pengambilan larva ikan nila dilakukan pada minggu ke 3 dengan menggunakan waring selama 3-4 hari.Setelah ditangkap larva dipindahkan ke dalam ember dan ditampung dalam hapa halus yang dipasang di kolam tersebut. Saat itu juga larva harus ditebar di kolam pendederan.

 

Pendederan Ikan Nila

Pendederan ini adalah untuk memperoleh ikan nila yang mempunyai ukuran seragam, baik panjang dan berat dan memberikan kesempatan ikan nila mendapatkan makanan sehingga pertumbuhan juga seragam.
  • Benih yang telah berumur 7 – 8 hari dengan ukuran 1 – 1,5 cm ditebar di kolam pendederan.
  • Penebaran benih ikan sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari  pada saat suhu rendah (Marlisa, 2016).
  • Benih yang belum berumur kurang dari satu bulan sangat rentan terhadap perubahan lingkungan yang mendadak.
  • Benih sebelum ditebar dilakukan penyesuaian lingkungan barunya (aklimatisasi). Proses aklimatisasi dilakukan agar suhu air menjadi sama. Biasanya larva ikan nila dipelihara dalam kolam pendederan selama 1 bulan, pada umur tersebut benih ikan sudah mencapai ukuran 3 –  5 cm.

 

Pembesaran Ikan Nila

Penebaran benih pada budidaya ikan nila dilakukan setelah proses aklimatisasi agar ikan tidak mengalami stress yang dapat mengakibatkan kematian. Kegiatan pembesaran digunakan untuk menghasilkan nila ukuran konsumsi atau ukuran pasar. Nila yang diperjualbelikan sebagai ikan konsumsi ukurannya mulai dari 200 g/ekor – 1.000 g/ekor.

  • Benih nila yang dibutuhkan untuk pembesaran sebaiknya telah berukuran 8-12 cm.
  • Kedalaman air untuk  pembesaran 80-100 cm.
  • nila diberi pelet sebesar 4-2 % biomass ikan dan diberikan 3-5 kali sehari.
  • Dengan menebar benih ukuran 8-12 cm selama 4 bulan  pemeliharaan dapat mencapai 400-600 g/ekor.
Baca Juga:  Panduan Budidaya Belut Lengkap Mulai Bibit Hingga Panen Raya

Pertumbuhan yang terjadi pada ikan nila dapat diketahui dengan cara mengukur berat tubuh ikan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui petumbuhan ikan nila selama pemeliharaan. Berdasarakan data sekunder yang didapat dari Balai ,  perhitungan laju pertumbuhan spesifik ikan nila yaitu 5,7%.

 

Manajemen Pakan Ikan Nila

Pakan yang diberikan adalah pakan  buatan berupa pellet. Pakan yang baik memiliki komposisi zat gizi yang lengkap seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral menjadi unsur terpenting dalam menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. Biaya pakan pada suatu proses budidaya mencapai 60-70 % dari biaya  produksi.

Pemberian pakan pada kolam pemijahan, pendederan, indukan dan pembesaran ikan nila diberikan sebanyak 2x dalam 1 hari yaitu pada pagi hari  jam 07.00 wib dan pada sore hari pukul 16.00 wib.

Ikan Nila dewasa ataupun induk pada umumnya mencari makanan di tempat yang dalam jenis makanan yang disukai ikan dewasa adalah fitoplankton, seperti algae berfilamen,tumbuh-tumbuhan air, dan organisme renik yang melayang-layang dalam air

Selama pendederan, benih ikan mendapatkan makanan alami dan juga diberi  pakan tambahan berupa pelet yang telah dihaluskan. Pakan yang diberikan harus lebih kecil dari bukaan mulut larva dan jumlah pakan. Ketersediaan pakan alami merupakan faktor pembatas bagi kehidupan benih ikan di kolam.

Di dalam unit pembenihan, pakan harus dipasok secara kontinyu. Keistimewaan pakan alami bila dibandingkan dengan  pakan buatan adalah kelebihan pakan alami sampai batas tertentu tidak menyebabkan penurunan kualitas air.

Jumlah pakan yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan.Jumlah pakan yang diberikan 3% dari berat biomas ikan perhari. Bila pakan yang diberikan kurang dari yang di butuhkan kemungkinan yang terjadi adalah  pakan tersebut hanya digunakan hanya untuk memprtahankan kondisi tubuh saja.

sedangkan bila berlebihan ikan tidak akan menghabiskannya, sehingga terjadi  pembusukan sisa pakan. emberian pakan perhari adalah 2-5% dari bobot ikan yang dipelihara.

Panen Budidaya Ikan Nila

Kegiatan pemanenan ikan dilakukan pada pagi atau sore hari. Terdapat beberapa tahapan dalam melakukan pemanenan benih ikan nila yaitu

  • pengurasan kolam,
  • air inlet dialirkan,
  • pemasangan saringan di outlet,
  • menyerok Ikan dimulai dari outlet menuju inlet,
  • mengangkut 
  • membersihkan benih dari kotoran dan grading berdasarkan ukuran.
Show More

Aquatic ID

Aquatic ID merupakan situs rintisan yang berusaha memberikan informasi detail mengenai berbagai seluk beluk aquascape dan segala peralatan pendukungnya. Semoga memberi manfaat.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detect

Kami tumbuh dan besar dari advertising, Mohon non aktifkan adblocker pada browser.