Budidaya IkanIkan Hias

Cara Budidaya Ikan Arwana, Tips Bisa Untung Ratusan Juta

Panduan Ternak Ikan Arwana Agar untung Berlimpah

Cara Budidaya Ikan Arwana, Tips Bisa Untung Ratusan Juta. Ikan Arwana (Sclerophages formosus) merupakan salah satu komoditi ikan hias yang digemari di dalam maupun luar negeri. Hal ini mengingat arwana memiliki pesona tersendiri bagi penggemar ikan hias. Selain itu menjadikan simbol status sosial pemiliknya.

Sejak keluarnya SK Menteri Pertanian No. 716/Kpts/UM10/1980 yang menyatakan arwana sebagai satwa langka dilindungi telah menjadikannya ikan langka yang banyak diburu kolektor. Harga dan permintaan ikan hias ini terus melambung. Hal ini membuat penangkapan ikan arwana di alam banyak dilakukan yang pada akhirnya akan mengganggu kelestariannya.

Untuk mengatasi agar ikan arwana tetap terjaga kelestariannya adalah dengan usaha budidaya. Dengan mengembangbiakkan melalui teknologi perekayasaan diharapkan dapat menghasilkan benih-benih untuk dikembalikan ke alam aslinya dan menghasilkan keturunan F2 yang dapat diperdagangkan

 

Pemeliharaan Induk Arwana

Induk dipelihara dalam kolam semen yang mempunyai dasar tanah dengan ukuran ± 550 m2 .Pada kolam diberi tanaman air dengan tujuan untuk menyerupai kondisi alamnya dan sebagai shelter. Padat tebar induk 40 ekor dengan ukuran rata-rata 1000-2000 gram dan berumur minimal 3-4 tahun.

Selama pemeliharaan induk diberi ikan rucah yaitu ikan kecil berduri lunak yang umum diperjualbelikan. Pemberian pakan diakukan setiap hari pada pukul 8.00 dan 15.00 WIB, masing-masing 40 dan 60 % dari total pakan harian.

Kontrol Indukan pada Cara Budidaya Ikan Arwana

Ikan arwana termasuk kelompok ikan yang menjaga keturunannya (Parental care), induk arwana mengerami telur/anaknya di dalam mulut sampai persediaan kuning telur habis dan anaknya telah siap untuk dilepas.

Untuk mengurangi tekanan pada induk-induk yang sedang mengeram, maka pengamatan /sampling dilakukan setiap 3 bulan atau disesuaikan dengan musim. Biasanya sepasang induk yang sedang memijah sering terlihat di permukaan. Induk ditandai dengan tagging yang mempunyai nomor yang berbeda.

Hal ini untuk menandai induk-induk yang mengerami telur sehingga nantinya dapat dibedakan antara jantan dan betina. Sampling dan pengecekan induk dimulai dengan menjaring induk dan satu persatu induk dibuka mulutnya untuk melihat dan mengeluarkan larva arwana.

Ciri-ciri induk yang sedang mengerami telur terlihat dari mulut bagian bawah yang membesar. Sebelum pengukuran panjang dan berat, terlebih dahulu induk dibius dengan benzocaine 500 ppm. Setiap induk dicek nomor tagging dengan alat reader sebagai penanda antara jantan dan betina. Larva arwana yang sudah dikeluarkan dari mulut induknya ditempatkan dalam baskom dan selanjutnya dipelihara di akuarium pemeliharaan.

Pemeliharaan Larva (Benih)Arwana pada Cara Budidaya Ikan Arwana

Pemeliharaan larva/benih dilakukan dalam akuarium berukuran (70x40x40) cm3. Larva/benih dikelompokkan berdasarkan fase/umur dari hasil seleksi induk yang mengeram. Lama pemeliharaan larva (habis kuning telur) ± 6 minggu. Padat tebar larva maksimal 20 ekor per akuarium. Setelah berumur 6 minggu (benih sudah dapat berenang) dilakukan penjarangan dengan jumlah 10 ekor per akuarium selama 2-3 minggu. Kemudian dilakukan penjarangan kembali 5 ekor per akuarium selama 2-3 minggu.

Pakan benih selama pemeliharaan berupa notonecta, anak ikan (ukuran 1-2 cm) dan pellet apung yang diberikan secara ad libitum. Penyiponan untuk mengambil kotoran yang berada dasar dilakukan setiap hari sekali dan pengantian air sebanyak 30-50%

Pemeliharaan larva/benih fese bintik mata dilakukan dalam baskom plastik berdiameter 50 cm. Agar telur tidak banyak bergerak di dalam baskom diselimuti plastik hitam. Plastik hitam digunakan agar lingkungan di sekitar telur gelap menyerupai di dalam mulut induknya.

Untuk media air digunakan air mineral konsumsi manusia. Air mineral digunakan karena bebas endapan dan kualitas air yang baik. Benih arwana yang telah habis masa kuning telur berukuran >7-8 cm kemudian dipelihara dalam akuarium yang bersekat dengan jumlah 1 ekor persekat. Hal ini untuk mencegah kanibalisme atau saling serang dengan sesamanya yang dapat mengakibatkan ikan luka-luka yang dapat mengakibatkan kematian.

 

Baca Juga:  5 Jenis Ikan Louhan yang Cocok Dipelihara dan Banyak Dicari
Show More

Aquatic ID

Aquatic ID merupakan situs rintisan yang berusaha memberikan informasi detail mengenai berbagai seluk beluk aquascape dan segala peralatan pendukungnya. Semoga memberi manfaat.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detect

Kami tumbuh dan besar dari advertising, Mohon non aktifkan adblocker pada browser.