Budidaya Ikan

Cara Budidaya Ikan Kerapu Sistem Keramba jaring Apung (KJA)

Kiat Sukses Ternak Ikan Kerapu dari persiapan Hingga Panen Raya

Budidaya Ikan Kerapu Sistem Keramba jaring Apung (KJA). Ikan kerapu merupakan komoditas penting di perairan Indonesia yang mempunyai prospek pemasaran yang cerah, baik dalam negeri maupun ekspor. Permintaan yang cukup tinggi terhadap komoditas kerapu telah mengakibatkan terjadinya eksploitasi (penangkapan ikan) yang berlebih.

Penangkapan yang berlebih dengan cara penangkapan yang tidak ramah lingkungan, misalnya dengan menggunakan bahan peledak atau racun, dapat mengancam kelestarian lingkungan. Oleh karena itu usaha budidaya ikan kerapu dikembangkan sebagai salah satu alternatif untuk mengatasi hal tersebut.

Budidaya ikan kerapu dalam KJA secara ekonomis telah memberikan dampak positif yang cukup penting bagi peningkatan pendapatan pembudidaya ikan. Namun demikian, pengembangan budidaya ikan kerapu dalam KJA harus dilakukan secara baik dan bertanggung jawab sehingga mencegah timbulnya dampak negatif terhadap lingkungan perairan, antara lain :

  1. Meningkatnya penggunaan pakan rucah yang didominasi oleh juvenil ikan lain sehingga meningkatkan tekanan eksploitasi terhadap sumberdaya ikan yang lain.
  2. Penumpukan bahan organik yang berasal dari sisa pakan yang dapat menyebabkan penyuburan perairan.3. Potensi menurunkan daya dukung lingkungan perairan sekitar.
  3. Potensi konflik sosial dan pemanfaatan lahan

 

Pemilihan Lokasi Budidaya Ikan Kerapu

Tipe Perairan

  • Perairan terlindung dari ombak besar dan angin kencang sepanjang tahun.
  • Lokasi mempunyai topografi yang landai dengan dasar berpasir. Lokasi dengan dasar perairan berupa tutupan karang hidup yang masih baik atau padang lamun sebaiknya dihindari untuk budidaya

Kualitas Air

  • Kecerahan air lebih dari 5 m.
  • Sirkulasi air lancar dengan kecepatan arus berkisar 0,1 – 0,3 m/detik dan arah arus yang tidak memutar.
  • Bebas dari pencemaran terutama pencemaran minyak dan logam berat seperti timbal (Pb), air raksa (Hg) dan tembaga (Cu).
  • Perbedaan pasang naik dan pasang surut sebaiknya 1 – 2 m.
  • Kedalaman air minimal 7 m.
  • Suhu Air 27-30 Derajat Celsius
  • Salinitas 27-34 ppm
  • PH 7 – 8,5
  • DO >5 ppm

 

Peralatan dan Sarana

Karamba Apung merupakan rangkaian kerangka terapung untuk menempatkan jaring wadah budidaya

desain keramba jaring apung

1. Rakit

Rakit adalah bingkai (frame) yang dilengkapi dengan pelampung sebagai tempat melekatkan atau mengikatkan waring dan jaring.

  • Bahan bingkai KJA terbuat dari kayu kuat yang berukuran 6 x 12 cm atau papan selebar 20 cm dan tebal 2 cm atau HDPE atau bambu atau PVC.
  • Rakit berukuran 8 x 8 m yang terbagi menjadi empat kotak berukuran 3 x 3 m/kotak. Bila ukuran balok 7 x 14 x 800 cm, papan berukuran tebal 3 –4 cm, panjang 400 cm untuk pijakan. Alternatif bingkai lainya yaitu menggunakan bambu.

2. Pelampung

  • Pelampung Bahan terbuat dari drum polyethylene (PE) volume 200 liter, dipasang dengan jarak 0,5 m.
  • Jumlah per unit disesuaikan dengan jumlah kotak yang diinginkan
  • Jika bingkai terbuat dari HDPE, maka pelampung tidak perlu digunakan

3. Jangkar dan Tali Jangkar

  • Bahan : Blok beton, jangkar besi, patok
  • Ukuran dengan berat 40 – 75 kg yang diikatkan pada tiap sudut rakit menggunakan tali jangkar yang terbuat dari PE berdiameter 2 – 4 cm.
  • Diperlukan 4 buah jangkar besi satu rakit.Tali jangkar yang digunakan adalah 3 kali kedalaman perairan (sekitar 18-20 m) karamba agar tidak hanyut.

4. Waring (Hapa)

Waring adalah bahan yang digunakan untuk membuat kantong pembudidayaan ikan pada fase awal atau pendederan. Waring yang dipergunakan terbuat dari bahan PE berwarna hitam dengan ukuran mata waring 4 mm. Bentuk kantong waring empat persegi atau kubus dengan ukuran 1 x 1 x 1,5 m atau 1 x 3 x 1,5 m.

5. Jaring

  • Jaring merupakan bahan untuk pembuat kantong pembudidayaan ikan dan memiliki mata jaring lebih besar dari waring.
  • Jenis jaring yang dipergunakan terbuat dari bahan PE.
  • Jaring untuk pembesaran berbentuk kantong berukuran 3 x 3 x 4 m dengan ukuran mata jaring 1,25-1,5 inchi.
  • Ukuran benang jaring yang dipergunakan untuk pembesaran adalah D19.
  • Kedalaman jaring di dalam karamba adalah 4 m dengan pemberat pipa paralon berbentuk persegi empat yang sudah diberi campuran semen di dalamnya.

 

Baca Juga:  Budidaya Ikan Mujair, Panduan Lengkap Hingga Panen

Pemilihan Benih Ikan Kerapu

  • Mempunyai ukuran yang seragam
  • Ukuran benih 8 –10 cm (8 – 20 g)
  • Warna benih ikan kecoklatan dan cerah Berenang dengan lincah/aktif, melawan arus dan bergerombol
  • Tidak cacat/ anggota tubuhnya lengkap
  • Responsif terhadap pakan, kejutan, dan cahaya
  • Tidak kerdil
  • Bebas dari penyakit seperti VNN dan Iridovirus.
  • Utamakan benih yang telah mendapatkan perlakuan vaksin (Vibrio, VNN, Iridovirus)
  • Lulus stress test baik dengan mengunakan air tawar maupun formalin 200 ppm
  • Bukan merupakan benih dari hasil: tangkapan alam, Genetic Modified Organism(GMO), hibridisasi

 

Penebaran benih Ikan Kerapu

Salah satu kunci kesuksesan dalam budidayaikan kerapu adalah kesuksesan dalampenebaran benih. Penebaran benih yang suksesditandai dengan proses aklimatisasi yang berjalan baik.

  • Masukkan kantong packing ke dalam karamba untuk menyamakan suhu air antara isi kantong dengan suhu lingkungan luar kantong.
  • Buka tali pengikat kantong dan masukkan air laut secara perlahan-lahan, sedikit demi sedikit kedalam kantong sampai suhu air dalam kantong mendekati suhu air di karamba.
  • Miringkan mulut kantong, biarkan benih ikan keluar dengan sendirinya. Setelah suhu dalam kantong sama dengan suhu air laut, benih juga bisa dituang dalam keranjang. Benih dalam keranjang kemudian diseleksi sebagai antisipasi apabila terdapat benih yang tidak seragam ukurannya atau benih yang sakit akibat pengangkutan.
  • Lakukan penebaran benih pada pagi atau sore hari.
  • Apabila benih ikan kerapu masih berukuran kurang dari 15 cm, maka perlu dilakukan penggelondongan dengan menggunakan bak di hatchery dan waring di KJA.
  • Padat tebar penggelondongan maksimal 100 ekor (ukuran benih 7 – 8 cm) dalam karamba waring ukuran 1 x 1 x 1,5 m . Bila benih berukuran lebih dari 10 cm, padat tebar di pendederan maksimal 75 ekor/waring.
  • Setelah mencapai ukuran 15 cm, benih ikan dipindahkan ke petak pembesaran dengan padat tebar maksimal 500 ekor dalam karamba ukuran 3 x 3 x 3 m 4x4x4 m. Kepadatan ikan dalam jaring secara bertahap diturunkan (dengan melakukan grading), sehingga jumlah saat panen 300 ekor dalam setiap petakan KJA.

 

Pakan Budidaya Ikan Kerapu

  • Pakan segar berupa ikan segar atau yang telah dibekukan. Ikan-ikan yang biasa digunakan antara lain: ikan layang, petek, selar, kuniran (biji nangka), mujair dll.
  • Pakan buatan berupa pakan buatan pabrik yang formulasinya disesuaikan untuk ikan-ikan laut. Komposisi nutrisi yang tepat pada pakan berguna untuk memenuhi kebutuhan energi dan pembentukan daging bagi ikan budidaya. Kadar protein untuk pakan starter (hingga ukuran 15 cm) minimal 48 % dan untuk pembesaran minimal 45 %. Tipe pakan yang digunakan adalah pellet yang melayang (slow sinking)
  • Pakan ikan segar yang dipakai harus dalam kondisi segar. Ikan segar dibersihkan, dibuang bagian kepala dan isi perutnya. Ukuran pakan disesuaikan dengan bukaan mulut ikan yang dipelihara.
  • Ikan segar dapat disimpan maksimal selama tiga hari dalam lemari pendingin (kulkas) atau diberikan es dalam wadah kedap, sehingga kesegaran ikan dapat dipertahankan.
  • Hindari penyimpanan bersama obat-obatan dan bahan kimia berbahaya lainnya.
  • Pakan diberikan di tempat yang relatif tetap.
  • Pemberian pakan dilakukan sampai ikan kenyang.
  • Pakan diberikan sedikit demi sedikit sampai ikan berhenti makan. Dosis pemberian pakan terdapat pada tabel di samping.
  • Setiap sore sisa pakan dibersihkan.
  • Pada jadwal pemberian pakan selanjutnya, apabila ikan tidak merespon pakan yang diberikan maka hal ini mengindikasikan ikan masih kenyang sehingga pakan tidak perlu diberikan
  • Pemberian pakan dapat dilakukan dengan cara mengkombinasikan antara pakan buatan dan pakan ikan segar secara bergantian.
  • Pakan buatan diberikan terlebih dahulu sebelum pakan ikan segar.
  • Khusus untuk ikan yang masih kecil (<10 cm) sebaiknya hanya diberikan pakan buatan.
  • Pemberian vitamin C dan multivitamin dengan dosis 3 – 5 g/kg pakan diberikan setiap minggu.

 

Baca Juga:  Cara Budidaya Ikan Guppy, Metode Mudah Keuntungan Melimpah

Sampling Sortir & Grading Budidaya Ikan Kerapu

1. Sampling

Sampling ikan dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan, jumlah ikan hidup dan kondisi kesehatan ikan.

2. Sortir

Sortir dilakukan untuk memisahkan antara ikan yang sehat/normal dengan ikan yang sakit/abnormal.

3. Grading

Grading dilakukan untuk memilah ikan sesuai dengan ukuran.

  • Grading, sortir dan sampling dapat dilakukan pada waktu yang bersamaan. Ketiga kegiatan tersebut juga dapat dikombinasikan dengan pergantian jaring.
  • Grading ukuran ikan dilakukan setiap 2-4 minggu sekali tergantung ukuran ikan.
  • Ikan hasil grading dipelihara dalam wadah berbeda sesuai dengan kelompok ukurannya.
  • Pada saat grading, ikan yang sakit dikarantina di petak khusus untuk diberikan pengobatan, sedangkan ikan yang cacat dipelihara dalam petakan tersendiri untuk kemudian dijual ke pasar lokal atau untuk konsumsi pribadi.
  • Bersamaan dengan kegiatan grading juga dilakukan pengukuran pertumbuhan ikan, dengan cara mengambil 10 ekor tiap kelompok ukuran secara acak untuk diukur berat dan panjangnya.
  • Untuk ikan yang telah berukuran lebih dari 200 g, sampling ukuran ikan dapat dilakukan setiap 1-2 bulan.
  • Dalam melakukan kegiatan grading dan sortir, diupayakan menggunakan serok dengan mata jaring kecil dari bahan yang halus sehingga tidak melukai ikan.
  • Grading dan sortir sebaiknya dilakukan pada kondisi cuaca yang baik pada pagi atau sore hari.
  • Data sampling, sortir, dan grading ikan, dicatat dalam format monitoring.

 

Baca Juga:  Karantina Ikan, Begini Prosedurnya untuk Eksport, Import, dan Domestik

Monitoring Kualitas Air pada Budidaya Ikan Kerapu

  • Monitoring kualitas air sebaiknya dilakukan secara berkala. Pengukuran suhu, salinitas air, kadar oksigen terlarut dan pH dapat dilakukan seminggu sekali.
  • Apabila terjadi kondisi cuaca ekstrim, pengukuran parameter kualitas air dapat dilakukan setiap hari.
  • Parameter kualitas air lainnya seperti nitrit dan kelimpahan plankton cukup diamati bila terjadi hal-hal yang mencurigakan yang terjadi pada ikan.
  • Hal penting yang perlu diperhatikan adalah perubahan cuaca harian, serta kondisi arus maupun gelombang.
  • Hasil pengamatan kualitas air dan cuaca tersebut harus dicatat secara tertib dan lengkap dalam format monitoring.

 

Perawatan Keramba Jaring Apung

  • Jaring harus diganti setiap 1-2 minggu atau disesuaikan dengan kondisi perairan setempat. Penggantian jaring dimaksudkan untuk memperlancar arus air dan mengurangi resiko timbulnya hama dan penyakit.
  • Jaring kotor dijemur 5-7 hari (sampai kering) dan dibersihkan dari lumut dan binatang yang menempel. Setelah bersih jaring dapat digunakan sebagai jaring pengganti.
  • Lakukan pemeriksaan jaring setiap hari, apabila terdapat kerusakan segera diperbaiki.
  • Lakukan pemeriksaan dan perbaikan fasilitas karamba setiap selesai panen

 

Pencegahan penyakit Ikan Kerapu

  • Lakukan vaksinasi secara berkala sesuai dengan dosis yang dianjurkan.
  • Lakukan pemberian pakan yang cukup sehingga kebutuhan nutrisi ikan tercukupi.
  • Lakukan pemberian vitamin, terutama vitamin C untuk meningkatkan kekebalan tubuh ikan sehingga ikan tahan terhadap serangan penyakit. Dosis yang diberikan 3-5 g/kg pakan.
  • Lakukan perendaman ikan kerapu dengan air tawar secara berkala untuk memutus rantai parasit yang menempel pada tubuh ikan. Perendaman dilakukan selama 5-10 menit pada saat grading. Gunakan aerasi yang cukup agar ikan tidak stress selama perendaman. Perlakuan ini hanya diperuntukkan untuk ikan yang sehat.
  • Lakukan pemeriksaaan kesehatan ikan secara berkala ke laboratorium dengan meminta bantuan dari teknisi/tenaga penyuluh.
  • Jika terdapat ikan yang mati, ambilah ikan tersebut dan celupkan dalam larutan formalin 10 %, kemudian musnahkan di darat. Jangan membuang ikan mati ke laut atau menjadikan ikan mati sebagai pakan ikan.

 

Panen Ikan Kerapu

  • Pemanenan dilakukan ketika ikan sudah mencapai ukuran panen yaitu 500 – 1200 g/ekor atau sesuai dengan permintaan pasar.
  • Ikan yang mempunyai nilai ekonomis adalah ikan yang tidak cacat.
  • Pada saat penimbangan disarankan agar pembudidaya mengecek timbangan untuk mencegah kecurangan.
  • Ikan dipuasakan selama 1-2 hari sebelum pemanenan untuk menghindari ikan muntah selama pengangkutan.
  • Persiapkan jaring/bak penampung sementara untuk menampung hasil panen.
  • Panen dilakukan dengan mengangkat jaring secara perlahan kemudian diamkan di dekat permukaan sekitar 10 menit.
  • Jaring kemudian dibagi dengan menggunakan bambu atau kayu menjadi dua bagian untuk memudahkan dalam pengambilan ikan.
  • Ikan diambil dari jaring dengan menggunakan scope net/keranjang dan ditampung dalam jaring penampungan. Pisahkan ikan sesuai dengan ukurannya.
  • Ikan ditimbang dan dipindahkan ke kapal pengangkut untuk dibawa ke pembeli atau bak penampungan sementara di darat.
Show More

Aquatic ID

Aquatic ID merupakan situs rintisan yang berusaha memberikan informasi detail mengenai berbagai seluk beluk aquascape dan segala peralatan pendukungnya. Semoga memberi manfaat.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detect

Kami tumbuh dan besar dari advertising, Mohon non aktifkan adblocker pada browser.