Alat

Jenis Filter Aquarium yang Ada di Pasaran dan Cara Memilihnya

Filter untuk Aquarium: Sponge Filter, Undergravel Filter, Canister Filter

Jenis Filter Aquarium yang Ada di Pasaran dan Cara Memilihnya. bagi para hobiis akuarium filter memegang perananan yang sangat penting karena berfungsi menyaring kotoran atau melakukan proses daur ulang terhadap air aquarium agar kualitas air selalu optimal.

Selain itu Filter juga menjaga kestabilian komposisi biologi dan kimia didalam akuarium sebab media filter menjadi tempat bagi bakteri pengurai amoniak.

Di pasaran jenis filter tersedia dalam berbagai tipe dan jenis tergantung pada kebutuhan dan aplikasinya. Semakin besar dan semakin banyak media filter akan semakin efektif fungsinya.

Berikut ini kami uraikan beberapa jenis filter yang bayak beredar di pasaran.

1. Jenis Filter Sponge

Bakteri pengurai berada atau menempati sponge, dan harus secara periodik dapat dicuci atau dibersihkan dari detritus atau kotoran yang dapat membuat aliran airnya macet. Sponge filter dapat digunakan pada hampir semua sistem yang membutuhkan filtrasi biologi, tapi amat cocok untuk wadah yang tanpa substrat (biasanya para peternak) di mana telur atau burayak kecil dapat tersedot bila menggunakan filter yang lain.

Filter ini berbentuk batang bulat atau persegi yang dilekatkan ke pipa-pipa plastik yang di dalamnya diberi selang aerasi. Aliran air bergerak akibat adanya dorongan udara dari air. Filter ini lebih sering digunakan dalam pemeliharaan larva.

2. Box Filter (Sering disebut Corner filter)

Merupakan yang banyak dipilih dalam kebanyakan akuarium hanya saja filter ini kapasitasnya terbatas untuk menghilangkan material-material (karena arus yang lambat) dan tak punya kapasitas filtrasi kimia. Filter ini banyak dijual dengan tambahan isi karbon aktif (untuk filter kimia) dan fiber polyester untuk filter mekanis.

Walaupun tidak dapat memenuhi semua kebutuhan filtrasi, tetapi bila diisi dengan fiber polyester akan menjadi filter biologi yang baik. Banyak peternak yang menggunakannya untuk memelihara anak ikan, karena aliran air yang lembut dan aman untuk larva (tidak tersedot ke filter).

Sesuai dengan namanya adalah box atau kotak biasanya terbuat dari plastik dan ditaruh di sudut akuarium.  Aliran airnya digerakkan dari pompa udara atau blower dan di dalamnya adalah berbagai material filter seperti karbon, spons, atau kapas.

3. Jenis Filter Under Gravel (UGF)

Berupa plate atau lembaran plastik yang berlubanglubang, di desain untuk ditempatkan di bawah gravel atau kerikil atau pasir kasar. Aliran air bisa dibuat dengan motor atau dorongan udara dari airasi. Selain itu, juga murah, efektif dan bahannya mudah didapatkan.

Namun demikian untuk telur dan larva tak cocok karena dapat “terjebak” masuk ke gravel dan dapat mati. Demikian pula ikan-ikan yang suka mengais atau menggali-gali seperti beberapa ikan catfish, jenis-jenis siklid, mas koki dan sebagainya.

UGF juga tak begitu cocok bila untuk tanaman air, karena akan susah untuk menanam pada dasar yang tak ada tanah liatnya. Tanaman air biasanya membutuhkan sedikit tanah liat, tanah, dan sebagainya yang dapat menyumbat filter. Mungkin juga bisa tetapi sebaiknya menanamnya dalam pot kecil, dan ditanam dalam gravel agak dalam.

Under gravel Filter

Pilihan selanjutnya adalah pada motor dari UGF head pump atau dengan dorongan dari dalam batu aerasi saja. Pompa aliran airnya lebih kuat daripada aerasi yang lebih lembut, walaupun pompa pemeliharaannya lebih mudah (secara periodik dapat diganti) misal membran pompanya.

Namun demikian amat susah untuk mebuat gerakan air pada pompa seperti pada aerasi. Jika pilih powerhead, maka dapat dibuat opsi dengan cara menggunakan konfigurasi aliran reverse/bolak-balik. Artinya sementara air ditarik ke atas melalui pipa uplift, powerhead juga mendorongnya ke bawah. Air akan mengalir melewati gravel dari naik ke atas, daripada turun ke bawah (aliran konvensional).

Keuntungan dari ini adalah gravel akan selalu bersih, karena pakan dan segala kotoran yang secara alami turun ke dasar akuarium/wadah akan langsung terbawa masuk ke gravel. Bagian bawah ini akan menjadi terlihat  berapa banyak detritus yang ada, dan akan terkumpul di atas substrat dengan jelas, sehingga mudah diambil atau dibersihkan.

Sehingga bila sudah sejak awal direncanakan untuk menggunakan sistem UGF maka adanya kotoran sebaiknya diminimalisir. Karena bila tidak maka akan banyak kotoran di gravel sehingga akan diperlukan untuk membersihkan gravel yang tentunya akan membongkar seluruh sistem. Yang menjadi masalah lagi apabila gravel menjadi mampet, tetapi juga kompetisi oksigen antara ikan dan bakteri di dalam filter yang berada di dasar akan menjadi miskin oksigen.

 

Baca Juga:  Akuarium Kaca Vs Akrilik, Mana yang Paling Bagus Buat Aquascape?

4. Trickle filter Atau Canister Filter

Filter ini, berupa wadah atau akuarium yang terletak di dasar atau lantai (bisa berupa unit yang menggantung di belakang akuarium atau wadah pemeliharaan yang berupa kabinet). Dimotori oleh pompa eksternal dan khusus berisi beberapa tipe media biologi seperti bioball atau material fiber. Karena sifatnya yang “terbuka” sehingga memungkinkan oksigen masuk lebih banyak.

Filter canister ini sangat berguna untuk sistem yang besar (misal lebih dari 200 liter) yang dapat dipadukan dengan modular filter atau canister, di mana UGF tak bisa digunakan seperti pada akuarium tanaman air.

Keuntungannya adalah dalam dry filter dapat ditambahkan media kimia untuk dua harapan/kepentingan. Yang pertama hanya membersihkan seperti pada simple prefilter. Yang kedua adalah dapat dibuat sistem overflow atau aliran dan sistem sipon, dan membutuhkan pompa eksternal yang biasanya cukup besar.

jenis filter trickle

Untuk yang kecil maka unit dengan isi yang dibuat sendiri lebih praktis. Filter yang dibuat bersama dengan UGF adalah “Outside Power Filter’ (OPF). OPF ini tidak mahal dan dapat dipakai sebagai filtrasi kimia dan mekanis dalam waktu yang bersamaan. Dalam beberapa hal dapat pula diisi media biologi aktif seperti busa yang disisipkan dalam roda (Wheel).

OPF (Outside Power Filter) mempunyai tiga dasar tipe. Satu yang populer menggunakan cartridge atau wadah yang berisi polyester fluff ”jacket” yang berisi karbon aktif. Wadah ini amat awet sehingga banyak orang menggunakannya. Isinya dapat diganti setiap bulan.

Yang kedua adalah OPF menggunakan media “stacked/ bertumpuk”. Letakkan dalam wadah filter floss, karbon (atau yang lain), sponge atau apa saja yang ingin digunakan.

Keuntungannya adalah dapat dirubah-rubah, hanya karbon aktif bila digunakan untuk obat-obatan kurang cocok. Apapun yang digunakan yang hsrus dipikirkan adalah ukuran dari filter. Yang penting adalah filter harus dapat mengganti atau mengalirkan air sekitar 3-4 kali setiap jam.

Misalkan anda mempunyai bak ikan 100 liter maka harus kuat membuat derajat filter ini sekitar 500 liter. Bila anda mempunyai uang yang tak banyak maka cobalah dengan filter canister. Seperti Outside Power Filter ada dua type yang bagus yaitu cartridge dan media tumpuk.

Canister filter adalah filter yang digunakan pada wadah yang bervolume lebih dari 30 galon atau liter. Mereka sangat menguntungkan atau bagus karena proporsional dalam memfilter lebih dari media di OPF dengan derajat
aliran dan dapat disembunyikan dalam almari atau kabinet akuarium.

Pompanya dapat pula digunakan untuk mendorong W/D, roda eksternal biologi kontak, air terjun atau air mancur. Harganya lebih murah dari OPF, dan mempunyai banyak pilihan ukuran. Penggunaan karbon aktif dapat dilakukan, walaupun banyak yang mengatakan karbon ini membuat ikan akan sakit. Dapat pula beberapa merk melepaskan banyak fosfat tetapi ini hanya pada akuarium laut, bukan pada air tawar. Karbon aktif ini akan dapat menyerap mikroorganisme, gas-gas beracun, dan bahan-bahan berbahaya lainnya.

5. Filter Wet and Dry

Filter wet and dry atau “basah dan kering” menggunakan dua filter yang diletakkan di dalam akuarium (area basah) dan diluar akuarium (area kering). Sistem penyaringan yang digunakan lengkap, mekanik, biologis, dan kimiawi.

Baca Juga:  Filter Canister, Mengenal Fungsi dan Cara Kerja Filter Tabung Canister

Penggunaan area kering bertujuan untuk menambah efektivitas filter biologi. Di bagian atas area kering, terdapat sprayer untuk mengalirkan air ke area basah. Filter ini cocok untuk digunakan pada akuarium air tawar dan juga air asin.

6. Modular Filter

Banyak digunakan pada akuarium yang cukup besar, di atas 400 liter. Merupakan filter yang dapat dibeli atau dibuat sendiri. Terdiri atas pompa air dan modul single seperti canister karbon, unit cartride yang berlipat-lipat, atau unit filter biologi. Dapat pula lebih komplek seperti ditambah lagi heater, sinar UV dan lain-lain. Modular filter
terbuat dari banyak komponen yang dapat dibongkar pasang, biasanya dimotori pompa eksternal. Berupa kontainer terpisah yang berisi media filter biologi, mekanik dan kimia dan sering juga ada tempat heater khusus, dan lain-lain

Show More

Aquatic ID

Aquatic ID merupakan situs rintisan yang berusaha memberikan informasi detail mengenai berbagai seluk beluk aquascape dan segala peralatan pendukungnya. Semoga memberi manfaat.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detect

Kami tumbuh dan besar dari advertising, Mohon non aktifkan adblocker pada browser.