Budidaya Ikan

Karantina Ikan, Begini Prosedurnya untuk Eksport, Import, dan Domestik

Alur karantina Ikan Jika Kita Melakukan Eksport dan Import Ikan

Karantina Ikan, Begini Prosedurnya untuk Eksport, Import, dan Domestik. Bagi pelaku industri maupun kalangan hobi, istilah karantina ikan tentu bukan hal yang asing. Karantina ikan adalah suatu tindakan sebagai upaya mencegah tersebarnya hama dan penyakit yang terdapat pada ikan, yang apabila tersebar dapat membahayakan kesehatan manusia sebagai konsumen dan lingkungan hidup, termasuk berbahaya bagi jenis ikan lain.

Upaya pencegahan ini tidak hanya dilakukan terhadap pergerakan atau lalu lintas hasil perikanan dari suatu wilayah ke wilayah lain di dalam negeri, namun juga antar negara, baik ekspor maupun impor.

Di Indonesia, lembaga yang berwenang menjalankan tugas ini adalah badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan atau disingkat BKIPM. Lembaga ini berada di dalam lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), lihat situsnya di www.bkipm.kkp.go.id.

Dalam menjalankan kerjanya BKIPM menempatkan para petugasnya yang andal di berbagai pintu masuk-keluar suatu wilayah, seperti bandara dan pelabuhan. Di lokasi-lokasi ini para petugas BKIPM melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap komoditas perikanan yang dilalulintaskan, baik masuk maupun keluar.

 

Prosedur Karantina Ikan

Adapun prosedur yang telah ditetapkan oleh PP No.15 tahun 2002 tentang prosedur karantina, setiap media pembawa hama dan penyakit untuk ikan Karantina yang akan diimpor, diekspor, atau antar hama dan penyakit untuk Ikan Karantina. Persyaratan karantina dan prosedur yang diperlukan adalah sebagai berikut :

Impor (Pemasukan)

Setiap Ikan yang dimasukkan ke dalam wilayah Negara Republik Indonesia wajib dilengkapi sertifikat kesehatan yang diterbitkan oleh pejabat yang berwenang di Negara asal dan Negara transit dan melalui tempat-tempat pemasukan yang telah ditetapkan.

Baca Juga:  Cara Budidaya Ikan Koi, Bisa Untung Milyaran dengan Metode Ini

Ikan harus dilengkapi dokumen tambahan yang dipersyaratkan oleh pihak yang berwenang serta dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina di tempat pemasukan untuk keperluan tindakan karantina.

Ekspor (Pengeluaran)

Setiap media pembawa yang akan dikeluarkan dari wilayah Negara Republik Indonesia wajib dilengkapi sertifikat kesehatan yang diterbitkan oleh petugas karantina, melalui tempat-tempat pengeluaran yang telah ditetapkan dan dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina untuk keperluan tindakan karantina.

Domestik

Setiap media pembawa yang dibawa atau dikirim dari suatu area lain didalam wilayah Negara Republik Indonesia wajib dilengkapi sertifikat kesehatan yang diterbitkan oleh petugas karantina ditempat pengeluaran dan ditempat transit, melalui tempat-tempat pemasukan dan pengeluaran yang telah ditetapkan dan dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina ditempat pemasukan dan pengeluaran untuk keperluan tindakan karantina.

Tindakan Karantina Ikan

Tindakan Karantina Ikan yang selanjutnya disebut tindakan karantina adalah kegiatan yang bertujuan untuk mencegah masuk dan tersebarnya hama dan penyakit ikan karantina dari luar negeri dan dari satu daerah ke daerah lain didalam negeri atau keluarnya hama dan penyakit ikan dari dalam wilayah Negara Republik Indonesia (DKP 2002). Menurut DKP (2002), Tindakan Karantina meliputi:

  • Pemeriksaan dokumen dan persyaratan karantina
Baca Juga:  Cara Budidaya Ikan Sidat Lengkap Kualitas Eksport

Kegiatan pemeriksaan dokumen dan persyaratan karantina meliputi pemeriksaan kelengkapan, keabsahan, dan kebenaran dokumen usaha pengguna jasa serta pemeriksaan kelengkapan, keabsahan dan kebenaran dokumen lalu lintas komoditi perikanan.

ersyaratan pemeriksaan karantina, antara lain Sertifikat kesehatan (Health Certificate) Negara atau daerah asal atau transit, kecuali untuk media pembawa yang tergolong benda lain. Surat keterangan asal untuk media pembawa melalui pintu masuk atau keluar yang telahditentukan.

Surat permohonan sebagai pelaporan melalulintaskan media pembawa. Menyerahkan media pembawa kepada petugas karantina untuk dikenakan tindakan karantina. Diwajibkan melaksanakan kewajiban tambahan apabila dipersyaratkan

  • Mendeteksi hama dan penyakit ikan atau pemeriksaan media pembawa

Pemeriksaan media pembawa secara visual, yaitu pemeriksaan jenis, jumlah dan ukuran media pembawa serta pemeriksaan kelainan patologis organ-organ luar dan dalam. Selain itu, dilakukan pemeriksaan media pembawa secara laboratoris.

  • Pengasingan dan pengamatan

Pendeteksian hama dan penyakit ikan pada media pembawa membutuhkan waktu yang lama, sarana dan kondisi khusus, dilakukan pengasingan dan pengamatan secara visual dan laboratoris di instalasi karantina ikan

  • Perlakuan

Perlakuan diberikan setelah dilakukan pengamatan bahwa media pembawa tertular atau diduga tertular hama dan penyakit ikan yang disyaratkan atau hama dan penyakit ikan karantina golongan II.

  • Penahanan

Penahanan dilakukan apabila, tidak dilengkapi sertifikat kesehatan Negara atau daerah asal dan dokumen lain yang dipersyaratkan sebagai kewajiban tambahan dikenakan masa penahanan selama 3 hari dan tidak membuat surat permohonan sebagai pelaporan atau tidak diurus bahkan tidak diketahui pemilik media pembawa yang berupa ikan hidup, ikan segar dan ikan beku dikenakan masa penahanan selama 3 hari. Untuk media pembawa selain ikan hidup, ikan mati dan atau ikan beku dikenakan masa penahanan selama 14 hari.

  • Penolakan
Baca Juga:  Gurami Bima, Varietas Gurami yang Unggul Cepat Besar dan Panen

Penolakan dilakukan apabila persyaratan karantina tidak dapat dipenuhi yaitu tidak dilengkapi dengan sertifikat kesehatan dari Negara atau daerah asal, tidak melalui tempat-tempat pemasukan impor yang telah ditetapkan, tidak melalui tempat-tempat pemasukan dan pengeluaran antar daerah yang telah ditetapkan, media pembawa tidak dilaporkan atau diserahkan kepada petugas karantina, tidak dapat memenuhi kewajiban tambahan, batas waktu penahanan selama tiga hari telah habis, media pembawa tertular hama dan penyakit karantina golongan I, busuk, rusak, jenis yang dilarang sertamedia pembawa tidak dapat disembuhkan dari hama dan penyakit ikan yang disyaratkan atau hama dan penyakit ikan golongan II setelah diberi perlakuan.

 

  • Pemusnahan

Pemusnahan dilakukan ketika batas waktu penolakan telah habis dan media pembawa tidak dapat disembuhkan atau dibebaskan dari hama dan penyakit ikan golongan I, busuk, rusak, atau jenis yang dilarang.

  • Pembebasan

Ditandai dengan pemberian sertifikat pelepasan terhadap pemasukan atau impor atau antar daerah dan sertifikat kesehatan terhadap pengeluaran atau ekspor atau antar daerah media pembawa yang telah dilakukan tindakan karantina.

 

Show More

Aquatic ID

Aquatic ID merupakan situs rintisan yang berusaha memberikan informasi detail mengenai berbagai seluk beluk aquascape dan segala peralatan pendukungnya. Semoga memberi manfaat.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detect

Kami tumbuh dan besar dari advertising, Mohon non aktifkan adblocker pada browser.