Budidaya Ikan

Menetaskan Telur Ikan Patin Dengan Tepat dan Efektif

Teknik Penetasan Telur Ikan Patin dan Pmeliharaan Larva

Menetaskan Telur Ikan Patin Dengan Tepat dan Efektif. Ikan patin dapat dipijahkan dengan cara buatan. Induk ikan disuntik menggunakan menggunakan hormon. Setelah 6-8 jam dari penyuntikan ke dua, telur induk betina dikeluarkan dengan cara stripping / diurut. Induk ikan patin diurut dan telur akan keluar selanjutnya ditampung dalam mangkok.

Sebelum dikeluarkan telurnya, induk ikan patin terlebih dahulu di lap sampai kering agar air pada tubuh ikan tidak masuk kedalam mangkok. Mangkok wadah penampungan telur, harus kering dan steril. Mangkok yang basah mengakibatkan telur dan sperma akan aktif sebelum diaduk. Dengan demikian telur dan sperma akan memiliki umur yang pendek dan mati.

Baca Juga:  Cara Budidaya Ikan Arwana, Tips Bisa Untung Ratusan Juta

Selanjutnya induk jantan ditangkap dan tubuhnya di lap sampai kering. Bagian perut induk ikan patin diurut mulai dari bagian dada ke arah kelamin. Sperma yang keluar ditampung pada mangkok yang telah berisi telur. Selanjutnya telur dan sperma dalam mangkok diaduk menggunakan bulu ayam yang kering sampai merata.

Untuk memudahkan pengadukan, telur dan sperma dalam mangkok dapat dicampur larutan fisiologi natrium klorit atau sodium klorit. Selanjutnya telur yang telah diaduk merata, di tebar dalam bak penetasan yang telah disiapkan sebelumnya. Telur yang ditebar kedalam wadah penetasan harus merata dan tidak ada yang menumpuk. Telur yang menumpuk dapat menyebabkan telur ikan mati.

Baca Juga:  Budidaya Ikan Mujair, Panduan Lengkap Hingga Panen

Wadah Menetaskan telur ikan patin dapat berupa akuarium, bak atau fiberglass. Wadah penetasan tersebut disiapkan dengan mencuci, sanitasi, pengisian air dan pemasangan aerasi. Air yang dimasukkan ke dalam wadah penetasan sebaiknya disaring terlebih dahulu, agar lumut dan kotoran lainnya tidak ikut masuk ke dalam wadah penetasan.

Menetaskan Telur Ikan Patin: Pemeliharaan Larva

  • Benih yang berumur 1 hari dipindahkan ke dalam aquarium berukuran 80 cm x 45 cm x 45 cm.
  • Setiap aquarium diisi dengan air sumur bor yang telah diaerasi.
  • Kepadatan penebaran ikan adalah 500 ekor per aquarium.
  • Sampai benih berumur satu hari belum diberi makanan tambahan dari luar karena masih mempunyai cadangan makanan berupa yolk sack atau kuning telur.
  • Pada hari kedua dan ketiga baru benih itu diberi makanan berupa emulsi kuning telur ayam yang direbus.
  • Selanjutnya benih ikan diberi makanan moina (Moina cyprinacea) atau yang populer dikenal sebagai kutu air dan jentik-jenti nyamuk.
  • Larva dipelihara di aquarium hingga berumur 15 hari. Setelah berumur sekitar 17 – 18 hari, benih dijarangkan di kolam pendederan yang lebih luas dengan menjaga kondisi lingkungan, makanan yang cukup, serta kualitas airnya.
Baca Juga:  Gurami Bima, Varietas Gurami yang Unggul Cepat Besar dan Panen
Show More

Aquatic ID

Aquatic ID merupakan situs rintisan yang berusaha memberikan informasi detail mengenai berbagai seluk beluk aquascape dan segala peralatan pendukungnya. Semoga memberi manfaat.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detect

Kami tumbuh dan besar dari advertising, Mohon non aktifkan adblocker pada browser.